Selasa, 16 Oktober 2007

TAMAN NASIONAL KUTAI (TNK) RIWAYATMU KINI?


















Postingan mama icel kali ini rada-rada serius ya,ngetiknya juga sambil mrebes mili .

Ada yang lain ketika kami melewati TNK sewaktu perjalanan kami ke Samarinda selasa

lalu.Entah itu perasaan miris,sedih,marah,kecewa,gemas yang jelas kami dibuat

ternganga oleh keadaan TNK sekarang. Sejauh mata memandang hanya tinggal sisa pem

bakaran hutan,batang-batang pohon yang menghitam ,pokok-pokok kayu sisa

penebangan,dan tanah gundul yang membentang di kanan kiri jalan yang kami lalui.

Entah siapa yang dengan tega (dan pasti sengaja)membrangus hutan lindung yang men

jadi kebanggaan masyarakat Kutai Timur,Kalimantan,Indonesia bahkan menjadi pe

nyumbang bagi paru-paru dunia . Terus terang hanya ada perasaan marah yang lebih

terasa di benak kami,tidakkah terpikirkan bagaimana kerugian dan akibat dari pem

karan hutan yang membabi buta tersebut? Tidakkah terpikirkan bagaimana nasib

binatang-binatang yang hidup tergantung dengan hutan lindung yang menjadi rumah

bagi mereka?Orang utan,burung enggang yang mulai langka keberadaannya dan menjadi

ciri khas pulau Kalimantan kemanakah mereka akan pergi jika tempat tinggalnya di

renggut oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab??sungguh ironis sekali disaat

pemerintah ramai memberantas illegal logging,menggalakkan pelestarian alam,yayasan dan
organisasi pecinta lingkungan hidup dengan suka rela menyumbang dana dan tenaga karena

peduli lingkungan dan binatang langka dunia datang mendirikan atau membangun pusat

rehabilitasi di pedalaman hutan Kalimantan,kita sebagai warga Indonesia yang diberi

karunia berupa kekayaan alam dengan mudahnya menghancurkan begitu saja dalam waktu

yang sangat singkat hanya untuk kepentingan pribadinya saja.

Mungkin rasa malu sudah garing ya atau sudah mati barangkali,sehingga tidak mampu

mengalahkan keegoisannya.Keinginan kita sebagai orang yang masih sadar,masih

Punya kepeduliaan terhadap lingkungan apakah hanya cukup melihat semua terjadi

begitu saja di depan mata kita?Dan membiarkan hal itu terjadi dan akan terus ter

jadi?Mama icel sungguh sangat berharap ada tangan-tangan yang dengan tegas

mampu mencegahnya. Dan yang paling penting memberi penyuluhan akan pentingnya

melestarikan alam yang telah dititipkan Tuhan untuk kita pelihara..


Mama icel jadi rindu pemandangan boring di perjalanan Sangatta-Bontang yang

Kini tidak ada lagi. Kita sepertinya lupa bersyukur …

4 komentar:

Emanuel Setio Dewo mengatakan...

Wah, bener-bener parah nih...
Jadi sedih juga.

ojat mengatakan...

halo..trims ya udah mampir.. btw, ksian jg liat TNK kyk gitu...pantes kalo bontang, sangatta, samarinda, udah makin panas...hutannya udah ga ada

Mbelgedez mengatakan...

Perut Lapar dan Rasa Tamak Nyang Luar Binasa Mengalahkan Logika... :(

Sumidi harjosumantri mengatakan...

Saya bersyukur jika masih ada yang mengalirkan air mata menyaksikan TNK yang hancur lebur. Saya sendiri sudah habis air mata