Senin, 31 Oktober 2011
Kangen Ngeblog!
Kamis, 24 Februari 2011
Sedih?No Way....
Utk sekarang,lebih baik konsentrasi ke Try Out dan ujian2 icha,tak baik jika aku mamanya kelihatan bersedih sementara putriku sedang berjuang menempuh ujian ..jgn sampai buyar konsentrasinya..
Aku tdk mau beban di pundaknya makin berat,capek booo liat icha pulang sore setiap hari spt kerja kantoran berangkat jam 7 pulang jam 5 sore..weleh2..
Perjuangannya harus berbuah manis..percayalah nak,mama selalu berdoa utkmu,yg terbaik utkmu..lulus dg nilai yg memuaskan,dan diterima di SMA yg kamu inginkan..!! Pastii BISA!
*sssst masalah kita terpisah laut dan pulau dipikir nanti aja ya..semoga mama gak sedih terus*
Jumat, 28 Januari 2011
Menangis Semalaman
Hmmm....saat itupun sekarang sudah hampir di depan mata..
taraaaa.......info pendaftaran SMA sdh didapat,tinggal menyiapkan syarat2 yg diperlukan ..Icha sdh mantap dg pilihannya mau mendaftar di SMA Stella Duce Yogyakarta.
Fotokopi,legalisir,foto dll sudah beres,siap kirim deh!
Malam kupegang map persyaratan dg erat,masuk ke kamar icha dan kupandangi sekeliling kamar anakku...foto kenangan di TK,SD,dan barang2 icha yg nyaris serba kuning plus foto2 narsesnya.,kamar ini pasti akan sunyi tanpa suara hair dryer,nyanyiannya,kesibukannya saat sibuk merias diri(hmmm anak ini konsen bgt urusan merawat diri),pasti akan hilang bau parfumnya,setiap kali masuk kamarnya..gak terasa airmataku meleleh..akhirnya tumpah di bantal anakku....
HUwaaaaaaa....inikah yg dirasakan teman2ku waktu itu???
Terasa sesak dadaku membayangkan saat itu akan tiba juga...
Ternyata hanya 15 tahun saja aku bisa mencurahkan kasih sayangku utk anakku ,cukup segitu saja aku bisa berkumpul bersama...sebentar itu kah??
Coba saja bayangkan ketika masuk SMA nanti,kuliah sampai bekerja dan kemudian menikah seberapa banyak kita bisa berkumpul bersama anakku?lalu mereka punya kehidupan sendiri?
Terbayang 15 tahun aku merasa blm bisa bahagiakan anakku sepenuhnya,masih banyak waktu yg kurang utk anakku...huuuukkk..*ngelap airmata*
Inikah sebuah proses yg harus dialami semua orang tua di luar sana??
Tuhan,aku belum bisa sekuat itu ...
Mudah2an aku bisa menyiapkan mentalku setidaknya mulai hari ini...
Aku tidak ingin anakku melihat airmataku...
Selasa, 13 Juli 2010
Flying to Brisbane
bila semua lancar, sudah masuk SMA....hohoho...cepatnya waktu berlalu ya...padahal rasanya baru kemaren anakku lahir ke dunia...hahhaha lebay...tp coba deh tanya ke mommy2 yg di luar sana begitu anak kita masuk dunia sekolah waktu begitu cepat berlalu,tahu2 anak kita sdh besar, baru terasa kita makin dimakan usia..huhuhu..enak gak tuh makan usia...:P
Rencana sih seperti itu,tapi ternyata si papa punya rencana yg lebih oke...bukan cuma mau survey sekolah tapi si papa juga ngajak jalan2 ke OZ! Bukan apa2 sih,ada alasannya karena pas liburan hubby ada confrence di Bne 3 hari...jadi sekalian deh kami sekeluarga ikut....hmmmmmm pas bener!!coba kalau gak pas liburan blm tentu kita semua ikut..palingan diriku aja...hahhahaha...
Setelah urusan visa yg njlimet,sampai Yuna sekretaris papa puyeng 7 keliling ngurusin visa yg gak kelar2 akhirnya Puji Tuhan kita bisa berangkat tgl 21 dari Jakarta dg transit di sydney selama 1 jam (lumayan kan bisa nginjek sydney juga hehheh)perjalanan 7,5 jam yg melelahkan akhirnya sampai juga kita di Brisbane....huuuuuhh dinginnya boooo...
Dari bandara kita naik taxi menuju hotel Novotel...hmmm ternyata gak semua sopir taxi disana tahu ya dan mengenal daerahnya..padahal kalau dilihat kota Brisbane tuh gak seramai jakarta justru lengang karena penduduknya yg sedikit..sempet muter2 city juga,yah lumayan lagi sambil jalan2 hehhehe...untunglah si sopir lumayan baik dia minta maaf dan mematikan argo taxi yg terus jalan sampai lokasi tujuan dapat ditemukan..hmmm...
sekitar 25 menit akhirnya ketemu deh hotelnya..padahal kalau dipikir2 hotel sebesar ini kok ya luput dari penglihatan pak sopir sih??
Setelah check in dan istirahat bentar di kamar,dan karena hari masih siang sekitar jam 12 waktu setempat kita jalan2 di seputar hotel..cuaca dingin karena pas winter membuat kita makin merapat biar hangat hehhehe..mesra ya anak ma ortu hihihi...
Ternyata lokasi hotel kita dkt dg perkantoran,gak heran banyak cafe2 di sekitar hotel yg banyak didatangi karyawan yg makan siang atau sekedar ngobrol disitu...
Yg menarik cafe2 tersebut tempatnya nyempil bahkan tersembunyi ,siapa sangka yg aku kira cuma rumah atau ruangan seuprit dijadikan cafe...
Dilihat dari kue2 yg dipajang kebanyakan kue yg dijual sejenis muffin dg berbagai varian rasa,selebihnya ada puding,roti dan tentu saja minuman hangat lainnya....
Tapi buat kita tetep selera indonesia kentang goreng dan roti2 yg familiar aja deh kayak burger dsb hehhehe..untuk mengganjal perut...
Jalan2 di seputar hotel blmlah puas..malamnya kita jalan yg agak jauhan dikit...
Tapi bersambung aja ya.. mau masak nih..hehhehe..ntar lanjut dg foto2nya yah..sabar :P :P
Senin, 23 November 2009
Kue..Kue...!!
Senin, 02 November 2009
SOMBONG
Dua orang lelaki yang datang bertamu ke rumah seorang bijak tertegun keheranan. Mereka melihat si orang bijak sedang bekerja keras. Ia mengangkut air dalam ember kemudian menyikat lantai rumahnya. Keringatnya deras bercucuran. Menyaksikan keganjilan ini salah seorang lelaki ini bertanya, ''Apakah yang sedang engkau lakukan hai orang bijak?''
Orang bijak menjawab, ''Tadi aku kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat kepadaku. Aku memberikan banyak nasihat yang sangat bermanfaat bagi mereka. Merekapun tampak puas dan bahagia mendengar semua perkataanku. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba aku merasa menjadi orang yang hebat. Kesombonganku mulai bermunculan. Karena itu, aku melakukan pekerjaan ini untuk membunuh perasaan sombongku itu.''
Para pembaca yang budiman, sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua yang benih-benihnya sering muncul tanpa kita sadari.
Di tingkat terbawah, sombong sering disebabkan karena faktor materi/penampilan. Kita merasa lebih kaya, lebih cantik, dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua, sombong sering disebabkan faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, lebih bijaksana dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
Di tingkat ketiga, sombong sering disebabkan faktor kebaikan. Kita seringkali menganggap diri kita lebih berakhlak, lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan ini, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi akan sangat mudah terlihat tetapi sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih yang halus di dalam hati kita.
Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan dan tidak pada tempatnya. Pada tataran yang wajar, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence). Namun, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Bahkan, seringkali batas antara bangga dan sombong tak terlalu jelas.
Diri kita sebenarnya terdiri atas dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan diri sejati di lain kutub. Pada saat dilahirkan ke dunia, kita sepenuhnya berada dalam kutub diri sejati, kita lahir dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Kita sama sekali bebas dari materi apapun. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, kita mulai memiliki berbagai kebutuhan materi. Bahkan, lebih dari sekedar yang kita butuhkan dalam hidup, kelima indra kita selalu mengatakan bahwa kita membutuhkan yang lebih banyak lagi.
Perjalanan hidup seringkali mengantarkan kita menuju kutub ego. Perjalanan inilah yang memperkenalkan kita kepada kesombongan, kerakusan, serta iri dan dengki. Ketiga sifat ini adalah akar segala permasalahan yang terjadi dalam sejarah umat manusia.
Perjuangan melawan kesombongan sebenarnya adalah perjuangan menarik diri kita ke kutub diri sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya ada dua perubahan paradigma yang perlu Anda lakukan.
Pertama, Anda perlu menyadari bahwa hakikat manusia adalah diri sejati, kita bukanlah makhluk fisik tetapi makhluk spiritual.
Diri sejati kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah syarat kita untuk hidup di dunia. Kita lahir tanpa membawa apa-apa, dan kita mati pun tanpa membawa apa-apa. Pandangan seperti ini akan membuat Anda melihat siapapun sebagai manusia yang sama. Anda tidak akan lagi tertipu oleh penampilan, kecantikan, dan segala ''tampak luar'' yang lain. Yang kini Anda lihat adalah ''tampak dalam.'' Pandangan seperti ini sudah pasti akan menjauhkan Anda dari berbagai kesombongan.
Kedua, Anda perlu menyadari bahwa apapun perbuatan baik yang Anda lakukan, semuanya itu semata-mata adalah untuk diri Anda sendiri. Anda menolong orang untuk kebaikan Anda sendiri. Anda memberikan sesuatu kepada orang lain adalah untuk Anda sendiri.
Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi: Energi yang Anda berikan kepada dunia tak akan pernah hilang. Energi itu akan kembali kepada Anda dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang Anda lakukan pasti akan kembali kepada Anda dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, perasaan bermakna maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik pada orang lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apalagi yang harus kita sombongkan?

















