Jumat, 14 Maret 2014

Sabar Dan Sabar

Sebelumnya saya minta maaf dulu ya kalau nanti tulisan saya tidak penting dan kurang berkenan, hanya ungkapan hati saja yg ingin saya tuangkan disini..
Kalau orang yg di dunia nyata mungkin malas mendengar curhat saya,ya disini saya bisa ngomong seenak saya biar saya lega dan tidak harus kuatir kalau apa yg saya ungkapkan akan menjadi berita hangat ..

Dalam hidup tentu kita perlu bersosialisasi,dlm kehidupan bertetangga,komunitas di kantor,alumni,dengan sesama teman lama,teman ketemu gede,dan lain2.
Dalam bergaul tentu ada teman yg memaksa kita jadi teman..salah satunya berteman dengan sesama istri dari suami yg bekerja dalam satu perusahaan,dan lebih kecil lagi dalam satu kantor..
ya,sama di tempat lain biasanya sesama istri akhirnya terjalin hubungan yg baik,lalu membuat komunitas dengan pertemuan bulanan berupa arisan dll.... sayapun terlibat dalam kegiatan tersebut...bahkan menjadi penggerak bagi istri2 di tempat suami bekerja.
Namun kendala dan rintangan pasti ada, karena keegoisan,kesenioritasan dari segi umur dll,biasanya sih tidak banyak hanya segelintir orang saja tapi yang sedikit itupun kadang sering menjadi tidak menyenangkan bukan?
Yah itulah yg sekarang sdg saya alami, gara2 seseorang yg merasa paling hebat tapi tdk bertanggung jawab, membuat keputusan sendiri tanpa diskusi dengan sesama pengurus, dan berujung hal yang ujung2nya duit... wajar jika suasana menjadi memanas, diberi pengertian malah disalahkan,hubungan menjadi tidak harmonis dengan sesama anggota maupun dengan pengurus bahkan dengan saya yg sbg penasehatpun tak urung justru menjadi bulan2an dia dan memprovokasi anggota bahkan teman yg tidak ada hubungan dengan komunitas kami apalagi kalau tidak untuk membenci saya...kalau akhirnya dia keluar dari organisasi..tapi  bukan berarti selesai,bahkan lebih leluasa untuk nyinyir dimana2...tapi dengan peristiwa ini justru Tuhan membuka mata saya,karena ternyata dia memang bermasalah apalagi kalau bukan hal uang...dan sudah menjadi rahasia umum..

Tapi saya kadang tidak habis pikir ya, bagaimana dia bisa bersikap demikian....komunitas dan daerah kami kecil..pertemuan  pasti akan ada ..apalagi suaminya masih 1 kantor bahkan menjadi bawahan suami saya...bukan saya ingin dipuja puji atau dihormati tapi udah selayaknya kesopanan,saling menghargai,sangat dijaga disini...saya menghargai dia sebagai senior dalam usia,lebih dari itu bukan sebentar kami saling mengenal sudah lama sekali...yah rupanya dendam kesumat sudah membutakan itu..
hati saya boleh panas,boleh marah, saat mendengar dia nyinyir,ngomongin saya di belakang tapi saya tetap berusaha bersikap baik...saya tahu jika saya bersikap samapun,maka sayapun sama  tak lebih baik dari dia...
Jadi sekarang saya santai dan tetap sabar, biarlah anjing menggonggong saya tetap berlalu, biarlah saya dinyinyirin saya tetap tersenyum, bukan begitu,friends?


Tidak ada komentar: